Pemateri
kita kali ini adalah salah seorang guru penggerak yang masih sangat muda. Namanya
adalah Ramdhan Hamdhani, dari Subang Jawa Tengah. Seorang kepala Sekolah yang
sangat aktif menulis di berbagai media offline maupun online. Bahkan sudah
lebih dari 200-an artikelnya berhasil menembus meja redaksi berbagai koran dan
majalah ternama.
Point pertama
yang beliau sampaikan adalah tujuan dari aktifitas menulis itu sendiri, yaitu :
1.
Menulis merupakan
Bentuk Aktualisasi Diri
2.
Menulis
Sebagai Bagian Dari Profesionalisme
3.
Menulis
Untuk Menambah Relasi
4.
Menulis
sebagai Sarana untuk Menyampaikan Pendapat secara lebih beradab
5.
Menulis sebagai
prasasti ataupun Kontrol (Literatur) Sejarah
6.
Menulis Sebagai Tiket Untuk Ikut Seminar /
Pelatihan
7.
Menulis
Dapat Mendatangkan Keuntungan Secara Finansial
Ponit kedua
yaitu beberapa keuntungan ketika menulis di Media Cetak
antara lain :
1.
Untuk Menunjukkan
eksistensi diri
2.
Sebagai
bukti bahwa kita benar-benar memahami bidang yg kita geluti
3.
Sebagai
bagian dari penilaian kinerja (bagi ASN), ada kaitan dengan penambahan angka
kredit untuk kenaikan pangkat dan golongan
4.
Sarana
untuk memperkuat citra lembaga
5.
Sebagai
sarana untuk memberikan masukan kepada pengambil kebijakan
6.
Dapat
dilakukan oleh siapa saja
7.
Untuk
mendapatkan penghasilan tambahan
Lantas, bagaimana
agar tulisan kita bisa dimuat di media cetak ?
Beliau menjelaskan beberapa kiat-kiatnya, seperti
berikut ini :
1.
kenali
karakteristik media cetak yang akan kita tembus. Maksudnya apakah media cetak
tersebut bersifat umum ataukah hanya memuat berita atau artikel yang berkaitan
dengan tema tertentu saja, misal media otomotif, hobby dan sebagainya
2.
Pahami
ketentuan yang ditetapkan. Misalnya untuk opini umum minimal jumlah kata
sebanyak 800-1000 kata dengan honor sebesar Rp.500.000. Adapun untuk tema pendidikan hanya diminta 400-450
kata dengan jumlah honor Rp.300.000 belum dipotong pajak artinya, ketentuan tersebut
(jumlah kata) harus benar-benar diperhatikan
3.
Tulislah
topik yang sedang hangat dibicarakan di tengah masyarakat.
4.
Tulisan
hendaknya mengandung permasalahan serta solusinya.
5.
Penulis
hendaknya memiliki sikap atau posisi yang jelas (tidak netral)
6.
Memperhatikan
kaidah-kaidah penulisan yang berlaku. Pengunaan titik koma, huruf besar dan
kecil mohon diperhatikan
Nah,
ada beberapa alasan mengapa naskah kita tak kunjung
dimuat antara lain :
a.
Tema yang
dibahas sudah pernah dimuat pada edisi - edisi sebelumnya
b.
Tema yang
diangkat bukan merupakan topik / isu hangat yang tengah didiskusikan
c.
Tulisan
yang dibuat bisa jadi belum memenuhi kaidah-kaidah yang ditetapkan. Oleh
karenanya saya menyarankan kepada ibu dan bapak sekalian sering - seringlah
membaca artikel yang pernah dimuat di koran
d.
Mungkin Terlalu
banyak data (statistik) yg dicantumkan
e.
Data yang
digunakan mungkin sudah tidak lagi
relevan atau sudah usang
Adapun beberapa langkah
yang harus dilakukan sebelum kita membuat tulisan adalah :
ü
Bacalah
Beberapa Tulisan di Media Cetak. Agar kita memiliki bayangan tentang bentuk
tulisan seperti apa yang diinginkan oleh pihak Redaktur.
ü Tentukan tema atau topik yang akan diangkat
ü Buatlah judul yang menarik
ü
Pahami sistematika
penulisan
Nah,
ternyata begitulah seluk beluk penulisan di media cetak seperti koran dan
majalah. Benar-benar di luar gambaran saya selama ini. Memang, tidak mudah
untuk menembus meja redaksi sebuah koran apalagi koran ternama tingkat nasional.
Banyak hal-hal yang perlu diperhatikan. Bahkan beliau menceritakan pengalaman
pertamanya ketika memasukkan tulisan ke sebuah redakasi koran pada tahun 2002
dahulu. Itupun ditolak oleh redaksi. Beliau sempat berhenti mengirim tulisan. Namun
pada tahun 2013 lalu, beliau kembali mengirimkan tulisan ke redakasi koran. Tetap
saja ditolak dengan berbagai alasan. Setelah tulisan beliau yang ke sepuluh,
barulah tulisannya diterima dan dicetak di media cetak.
Semoga
ini bisa memacu semangat kita semua untuk tidak pernah menyerah menggoda dewan
redaksi sebuah koran atau majalah agar mau menerima dan menerbitkan surat cinta
kita di koran atau majalahnya.
Ikutilah Workshop Informatika bersama pak Pebi Pebriadi, S. Kom, MM., M. T. dan bu Wiwin Sabayanti, S. Pd, S. T di Sekut Coffe Bekasi, https://goo.gl/maps/XsH146mZAp54X7pm8, Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 08.00-16.00 wib. Info wa 08159155515 Donasi Rp. 100.000,- Klik https://www.youtube.com/watch?v=iICFZO638Vo Trnafer ke rekening BCA *0662471079* BCA a.n. betti
BalasHapusMaterinya :
1. Struktur Pembuatan Buku Ajar.
2. Aplikasi-aplikasi Pendukung dalam Pembuatan Buku Ajar.
3. Game dengan Kahoot
Mantul
BalasHapusTerima kasih Omjay... Maaf mengirim resumenya terlambat, mesti dipecut dulu
BalasHapusSemangat menulis, kawan. Saya juga sedang menyemanhati diri sendiri nih.
BalasHapusAssiyaapp buk Rosiana Febrianti... mari sama-sama kita tingkatkan semangatnya
Hapus